Aku letih.. Aku sungguh capek ..
Sungguh..
Dengan semua yang ada..
Yang tak bisa membuatku merasa puas dan cukup
Padahal sudah kucoba meraih
Kuusaha mendekap
Tapi angin..
Hampa..
Hari ini aku sangat capek..
Aku teramat letih..
Tak ada kedamaian yang aku rasakan
Sementara aku melangkah tak punya tujuan
Hingga aku tak tahu apa yang aku benar inginkan
Sudahlah yang lalu-lalu
Aku bahkan tak mengenal diri ini lagi
Aku bahkan tak punya waktu untuk aku lagi
Untuk aku sendiri
Tertawa atau menertawakan diri sendiri
Tuhan.. aku letih
Berikan satu jawaban apa yang telah aku lakukan selama ini
Jika aku salah.. sebanyak apa lagi hukuman yang harus aku tanggung
Aku canggung terombang ambing
Aku sangat canggung..
nginnya aku pergi
Sendiri.. dengan sunyiku
Dalam diamku
Tak usah dituntun
Tak usah di dekap
Jangan juga digenggam
Semua akan membuat aku rapuh
Biarkan aku dengan semua keberdayaanku
Tuhan.. Aku capek
Sementara aku tak mendapatkan apa-apa
Seolah apa yang aku pegang
Semua menjadi debu
kemudian hilang.. terbang bersama angin
Sungguh aku letih..
LETIH
Aku merindukan saat semua masih polos
Aku dengan maluku
Bahkan menatap matanya aku takut
Takut hatiku terbaca
Walau kata-katanya telah aku sembunyikan
Aku sangat.. sangat capek...
Jumat, 22 Mei 2009
Kamis, 14 Mei 2009
Selasa, 12 Mei 2009
Senin, 11 Mei 2009
SABAR... (
Bersabarlah hati..bersabarlah,
Luluhkan amarah mu dalam napas yang kau hembuskan,
Reda lah reda gejolak kekecewaan
lupakan kecewa itu hatiku lupakanlah,
Jangan jadikan alasan agar amarah itu menari lagi,
Belajarlah menerima apapun bentuk keadaan
Bersabarlah hati maafkanlah.
Tersenyumlah diri tersenyumlah,
Sakit memang sakit tetapi hadapilah,
Tak selamanya hidup ini menyenangkan hatiku
Tidak akan pernah selamanya,
Dan bersabarlah
_________sabarsab____________sabarsaba
______sabarsabarsaba_______sabarsabarsabars
____sabarsabarsabarsaba___sabarsabarsabarsaba
___sabarsabarsabarsabarsabarsabarsa_______saba
__sabarsabarsabarsabarsabarsabarsa_________saba
_sabarsabarsabarsabarsabarsabarsabars_______saba
_sabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabar______s
sabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsaba__sab
sabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsa_s
sabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsaba
sabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsaba
_sabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsa
__sabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabar
____sabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsa
______sabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsa
_________sabarsabarsabarsabarsabarsabars
____________sabarsabarsabarsabarsabar
______________sabarsabarsabarsabar
_________________sabarsabarsab
___________________sabarsaba
_____________________sabars
______________________saba
_______________________sa
dipostkan oleh Baratha
Luluhkan amarah mu dalam napas yang kau hembuskan,
Reda lah reda gejolak kekecewaan
lupakan kecewa itu hatiku lupakanlah,
Jangan jadikan alasan agar amarah itu menari lagi,
Belajarlah menerima apapun bentuk keadaan
Bersabarlah hati maafkanlah.
Tersenyumlah diri tersenyumlah,
Sakit memang sakit tetapi hadapilah,
Tak selamanya hidup ini menyenangkan hatiku
Tidak akan pernah selamanya,
Dan bersabarlah
_________sabarsab____________sabarsaba
______sabarsabarsaba_______sabarsabarsabars
____sabarsabarsabarsaba___sabarsabarsabarsaba
___sabarsabarsabarsabarsabarsabarsa_______saba
__sabarsabarsabarsabarsabarsabarsa_________saba
_sabarsabarsabarsabarsabarsabarsabars_______saba
_sabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabar______s
sabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsaba__sab
sabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsa_s
sabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsaba
sabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsaba
_sabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsa
__sabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabar
____sabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsa
______sabarsabarsabarsabarsabarsabarsabarsa
_________sabarsabarsabarsabarsabarsabars
____________sabarsabarsabarsabarsabar
______________sabarsabarsabarsabar
_________________sabarsabarsab
___________________sabarsaba
_____________________sabars
______________________saba
_______________________sa
dipostkan oleh Baratha
menatap bayangmu
Menatap Wajahmu
Dalam dinding berbatas bisu
membunuh sepi dalam resah
membunuh gundah dalam gelisah
Nyaris kau maya hampir nyata
Atau memang kita buta ??
Masih adakah di sini kawan ?
Hati..yang akan trus bertautan
Meski..
Di ujung penghabisan
Pada mu yang tertinggal
Di balik jejak kenangan
Ya Tuhan…Aku merindukannya
Hari ini…dan nanti
Dalam dinding berbatas bisu
membunuh sepi dalam resah
membunuh gundah dalam gelisah
Nyaris kau maya hampir nyata
Atau memang kita buta ??
Masih adakah di sini kawan ?
Hati..yang akan trus bertautan
Meski..
Di ujung penghabisan
Pada mu yang tertinggal
Di balik jejak kenangan
Ya Tuhan…Aku merindukannya
Hari ini…dan nanti
kau dimana?
Demikian, waktu pun menepati janji
Pergi bersama mimpi yang mengabur
Pada kabut dan sisa gerimis pagi
Tapi aku belum selesai,
Punguti sepi pada embun tak jadi
Sementara siang menjamahku
menyisakan tetes duka pada luka
setelah rindu tak lagi jumawa
akupun masih belum lagi selesai
embun memuai dengan pongahnya
Mengapa waktu semakin bergegas
Biarkan jejak kaki dibungkus cemas
Sementara malam begitu nestapa
Mengejar cahaya yang tak pernah menyapa
Pergi bersama mimpi yang mengabur
Pada kabut dan sisa gerimis pagi
Tapi aku belum selesai,
Punguti sepi pada embun tak jadi
Sementara siang menjamahku
menyisakan tetes duka pada luka
setelah rindu tak lagi jumawa
akupun masih belum lagi selesai
embun memuai dengan pongahnya
Mengapa waktu semakin bergegas
Biarkan jejak kaki dibungkus cemas
Sementara malam begitu nestapa
Mengejar cahaya yang tak pernah menyapa
membunuh sepi
Aku hanya ingin bernyanyi, berteriak, atau bergumam sendiri seperti anak ayam yang hilang arah, tak apalah kalau orang orang disekitarku menganggapnya kurang waras lagi, aku tak mau mempedulikannya...biarlah mereka tertawa.
Pagi ini aku hanya ingin mengusir rasa rinduku padamu, sungguh rindu ini membatu, sulit untuk kubuang bahkan sekali pun kupecahkan menjadi kerikil kerikil kecil yang dapat kulempar pada laki laki lain, padahal sumpahku semalam yang tak mau lagi menyebutkan namamu lagi dalam peraduan mimpi, atau sekedar berkata kata basa basi dalam sms sial telah membulat.
Berat sekali untuk menerima kenyataan bahwasannya kau hanyalah angan angan belaka, segala dustamu yang kau tutup rapi itu kini terbelalak didepan mataku, apalah mau dikata, memang itulah dirimu, yang penuh dengan isyarat…raut yang susah untuk kuterka, dan kau sama saja seperti pria lainnya yang pernah mampu menggenggam tanganku, ujung cerita bermula intro dan intrik mematikan rasa...
Sayangnya ketika aku ingin memburu nafas diatas tubuhmu dan melepaskan penat lelah hidupku, kau tak pernah datang menghampiri, aku hanyalah dewi kesepian dihamparan pasir sahara seperti apa katamu dulu, kau hanya membiarkanku tersiksa dicabik sepi dan kau hanya menjadikanku pelampiasan kepedihan hidup yang menderamu.
Sudahlah, tinggalkan aku dikasur bisu ini, takan pernah lagi kau mendengar desahan jiwa yang mengalunkan nada rindu menggerutu lagi.
Biarlah sepi ini kubunuh dengan caraku.
Pagi ini aku hanya ingin mengusir rasa rinduku padamu, sungguh rindu ini membatu, sulit untuk kubuang bahkan sekali pun kupecahkan menjadi kerikil kerikil kecil yang dapat kulempar pada laki laki lain, padahal sumpahku semalam yang tak mau lagi menyebutkan namamu lagi dalam peraduan mimpi, atau sekedar berkata kata basa basi dalam sms sial telah membulat.
Berat sekali untuk menerima kenyataan bahwasannya kau hanyalah angan angan belaka, segala dustamu yang kau tutup rapi itu kini terbelalak didepan mataku, apalah mau dikata, memang itulah dirimu, yang penuh dengan isyarat…raut yang susah untuk kuterka, dan kau sama saja seperti pria lainnya yang pernah mampu menggenggam tanganku, ujung cerita bermula intro dan intrik mematikan rasa...
Sayangnya ketika aku ingin memburu nafas diatas tubuhmu dan melepaskan penat lelah hidupku, kau tak pernah datang menghampiri, aku hanyalah dewi kesepian dihamparan pasir sahara seperti apa katamu dulu, kau hanya membiarkanku tersiksa dicabik sepi dan kau hanya menjadikanku pelampiasan kepedihan hidup yang menderamu.
Sudahlah, tinggalkan aku dikasur bisu ini, takan pernah lagi kau mendengar desahan jiwa yang mengalunkan nada rindu menggerutu lagi.
Biarlah sepi ini kubunuh dengan caraku.
Langganan:
Postingan (Atom)


